Skip to main content

Tes Fisik Sederhana Ini Dapat Memprediksi Risiko Serangan Jantung

Salah satu tes sederhana untuk memprediksi kesehatan jantung yakni push up (Foto: iStock) Salah satu tes sederhana untuk memprediksi kesehatan jantung yakni push up (Foto: iStock)

Jakarta - Kondisi kesehatan jantung perlu diperiksa secara berkala, terlebih kalau mempunyai faktor risiko penyakit jantung. Jika belum sempat melakukannya, ada beberapa tes sederhana yang bisa dilakukan untuk memprediksi kondisi jantung.

Tentu tidak akan seakurat tes dengan elektrokardiografi (EKG) di rumah sakit. Tapi setidaknya kalau gagal melakukannya, maka bisa segera menyusun prioritas untuk check up jantung sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut ini detikHealth merangkum beberapa tes sederhana yang telah dibuktikan secara ilmiah.

1. Tes push up
Sebuah penelitian di Harvard T.H. Chan School of Public Health menyimpulkan bahwa laki-laki yang sanggup melaksanakan push up sebanyak 40 kali sekaligus, punya risiko 96 persen lebih rendah untuk mengalami serangan jantung. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open.



2. Naik tangga
Naik tangga juga bisa menjadi tes praktis untuk mengukur kemampuan jantung. Untuk bisa dikatakan cukup fit, sebuah penelitian di Spanyol mengharuskan seseorang menaiki 4 susun anak tangga dalam waktu kurang dari semenit nonstop.



3. Jabat tangan
Para ilmuwan dari McMaster University di Kanada pernah meneliti kekuatan genggaman ketika berjabat tangan dengan dynamometer. Mereka menyimpulkan, tiap penurunan 5 kilo pada kekuatan genggaman, risiko maut akhir penyakit jantung meningkat 17 persen.



4. Ereksi
Para pria, kemampuan ereksi dan kesehatan jantung maupun sistem pembuluh darah sangat bersahabat kaitannya. Ereksi terjadi apabila terjadi peningkatan anutan darah ke bab vital pria. Bila itu tidak terjadi, maka artinya ada problem pada sistem pembuluh darah. Penyumbatan di titik-titik vital bisa memicu serangan jantung.




Saksikan juga video 'Menepuk Lengan Kiri Dapat Atasi Jantung, Hoax atau Tidak?':

[Gambas:Video 20detik]

Comments

Popular posts from this blog

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...

10 Hoax Kesehatan Yang Sering Beredar Di Whatsapp Dan Facebook

Massa tergabung dalam Gerakan Muda Anti Hoax (GEMA HOAX) mendesak polisi semoga tindak tegas penyebar hoax. (Foto: Lamhot Aritonang) Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang dipakai orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya kita sanggup mengetahui mana informasi kesehatan di Whatsapp dan Facebook yang patut dicurigai? Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi, menyampaikan biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan impian atau ketakutan. Diperlukan perilaku kritis selalu mewaspadai informasi sehingga tidak gampang untuk mendapatkan informasi gres di Whatsapp dan Facebook . Sebagai pola setidaknya beberapa hoax ini selalu diulang beredar tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook: 1. Main ponsel di kawasan gelap sebabkan tumor mata Informasi soal ancaman main ponsel sambil tiduran seringkali kita dapatkan, mulai dari pesan berisi bahaya-baha...

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...