Skip to main content

Risiko Jatuh Alasannya Yaitu Bercanda Tarik Kursi, Tulang Patah Sampai Susah Ereksi

Bercanda tarik bangku sudah tidak lucu lagi, sanggup sebabkan ancaman hingga kelumpuhan. (Foto: iStock) Bercanda tarik bangku sudah tidak lucu lagi, sanggup sebabkan ancaman hingga kelumpuhan. (Foto: iStock)

Jakarta - Kisah dari akun Facebook orang bau tanah murid Sekolah Menengan Atas yang menceritakan anaknya cedera jawaban jatuh dari bangku jadi viral. Meski niatnya bercanda, tak ada yang menyangka bahwa kejadian itu sanggup berakhir tragis. Bayangkan saja, anaknya harus menjalani rawat jalan lantaran mengalami cedera tulang ekor.

Duh, mulai kini harus berhenti deh melaksanakan bercandaan yang membahayakan atau menimbulkan cedera lantaran dampaknya memang sanggup membahayakan.

Menurut klarifikasi dari Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, RS Meilia Cibubur, ketika program temu media, Selasa (19/2), hal pertama yang paling sering dialami dari cedera terjatuh yaitu nyeri akut hingga kronis.

"Harusnya, jika ia jatuh itu yang paling banyak nyeri sanggup yang akut hingga kronis. Umumnya yang menimbulkan kelumpuhan tulangnya retak, lalu menyobek saraf, butuh perjuangan yang keras. Tapi jika jatuh dari bangku ditarik, di atas 95 persen tidak akan (mengalami kelumpuhan --red)," kata dr Wawan.



1. Hati-hati tulang patah

Tulang ekor seringkali jadi ancaman ketika seseorang terjatuh dalam kondisi duduk. Tulang ekor yaitu tulang yang berperan dalam membantu seseorang mengatur posisi duduk tetap dalam keadaan nyaman. Karena itu saran untuk melaksanakan foto rongent seringkali diberikan untuk mengecek kondisi tulang.

"Kalau tulang ekor patah kita sering ketemu. Kan tulang ekor ujungnya pendek, jadi jika jatuhnya pas 'tek'.... Ada sarafnya lokal situ, jadi nyerinya di situ dan sanggup lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Biasanya kita suntik di situ, atau koreksi," terang dr Wawan.

2. Bisakah lumpuh lantaran terjatuh?

Kelumpuhan lantaran cedera dari tulang leher hingga tulang punggung memang sanggup terjadi, akan tetapi biasanya terjadi lantaran kecelakaan yang memang hebat. Jika kecelakaan menyerang area leher hingga punggung, maka tangan atau kaki sanggup tidak sanggup lagi digerakkan. Sementara bila cedera menghampiri pinggang, maka kelumpuhan sanggup dialami pada area kaki.

"Ada juga yang bekerjasama dari otak, itu biasanya pendarahan tapi butuh perjuangan yang lebih 'keras' lagi dari sekadar jatuh, jika contohnya jatuh dari bangku tidak akan terjadi lumpuh."



3. Kalau buta, mungkinkah?

Ketakutan yang dihadapi ketika mengalami kecelakaan dalam posisi duduk yaitu informasi yang menyebutkan mata sanggup mengalami kebutaan. Menurut dr Wawan, sanggup saja terjadi ketika terjatuh kepala mengalami benturan yang sangat hebat.

"Kalau kebutaan dari tulang belakang pribadi sih enggak, jika terjadi kebutaan lantaran benturan di kepala, di luar mata jika mata rusak kan memang sanggup buta ya. Jadi, saraf ke arah mata itu terganggu, mengganggu penglihatan. Tapi itu juga butuh 'usaha', artinya kecelakaan yang hebat," terang dr Wawan.

4. Dampak lain dari cedera benturan yang fatal

Gangguan pada saraf otonom juga sanggup terjadi dan menimbulkan dampak menyerupai pola gangguan kencing atau gangguan buang air besar.

"Atau jika pria itunya nggak berpengaruh 'bangun'. Tapi jika sekedar jatuh dari bangku biasanya sakit pinggang saja."



Simak Juga 'Apa Benar Mulut Manis Bisa Patahkan Tulang?':

[Gambas:Video 20detik]



Risiko Jatuh lantaran Bercanda Tarik Kursi, Tulang Patah hingga Susah Ereksi

Comments

Popular posts from this blog

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...

10 Hoax Kesehatan Yang Sering Beredar Di Whatsapp Dan Facebook

Massa tergabung dalam Gerakan Muda Anti Hoax (GEMA HOAX) mendesak polisi semoga tindak tegas penyebar hoax. (Foto: Lamhot Aritonang) Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang dipakai orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya kita sanggup mengetahui mana informasi kesehatan di Whatsapp dan Facebook yang patut dicurigai? Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi, menyampaikan biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan impian atau ketakutan. Diperlukan perilaku kritis selalu mewaspadai informasi sehingga tidak gampang untuk mendapatkan informasi gres di Whatsapp dan Facebook . Sebagai pola setidaknya beberapa hoax ini selalu diulang beredar tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook: 1. Main ponsel di kawasan gelap sebabkan tumor mata Informasi soal ancaman main ponsel sambil tiduran seringkali kita dapatkan, mulai dari pesan berisi bahaya-baha...

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...