Skip to main content

Pasien Pulang Lebih Awal, Kemungkinannya Kembali Ke Rs Jadi Dobel

Kalau kau dirawat inap, sebaiknya ikuti tawaran dokter kapan dapat pulangnya. (Foto: iStock) Kalau kau dirawat inap, sebaiknya ikuti tawaran dokter kapan dapat pulangnya. (Foto: iStock)

Jakarta - Bagi yang pernah dirawat, menghabiskan waktu berhari-hari di rumah sakit (RS) mungkin dapat jadi hal membosankan. Oleh lantaran itu tidak heran jika ada beberapa pasien yang merasa sudah sehat menentukan 'bandel' keluar dari RS melawan saran dokter.

Tindakan tersebut berdasarkan peneliti dari University of the Wisconsin tidak dianjurkan. Alasannya lantaran ada kemungkinan besar pasien akan kembali ke RS akhir belum benar-benar pulih.



Hal ini terbukti sesudah pemimpin studi Nilay Kumar melihat data dari 23 juta pasien yang dirawat di Amerika Serikat dari tahun 2014. Sekitar 20 persen pasien yang memaksa keluar dari rumah sakit kembali dirawat dalam jangka waktu 30 hari, sementara itu hanya 10 persen pasien yang patuh saran dokter kembali ke RS sesudah perawatan.

Menurut Nilay dikala pasien bolak-balik ke RS waktu perawatannya akan semakin usang dan insiden mortalitas juga semakin tinggi. Hal ini akan semakin jelek bila RS kawasan pasien dirawat berbeda-beda.

Kebanyakan pasien yang badung pulang duluan tiba dari kelompok laki-laki muda dengan status ekonomi sosial rendah, punya riwayat penyalahgunaan zat, duduk masalah jiwa, dan tidak mempunyai asuransi.

"Pasien-pasien ibarat ini cenderung pergi dari rumah sakit melawan rekomendasi dokter berkali-kali hanya untuk kembali dirawat di RS berbeda dalam kurun waktu 30 hari kemudian," kata Nilay ibarat dikutip dari Reuters, Senin (18/2/2019).



Pasien Pulang Lebih Awal, Kemungkinannya Kembali ke RS Makara Dobel

Comments