Skip to main content

Mengetahui Fase Paling Berbahaya Dari Dbd

Ilustrasi pasien DBD. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi pasien DBD. Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta - Demam berdarah dengue atau DBD yaitu suatu penyakit musiman yang kerap terjadi di Indonesia. Tidak jarang penyakit DBD ini menjadikan korban jiwa alasannya yaitu tidak cepat ditangani.

Terlebih lagi bila pasien DBD telah memasuki fase berbahaya. Saat kapan itu? Dokter seorang jago penyakit dalam dari RSPI Puri Indah, dr Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, FINASIM menyampaikan bahwa DBD mempunyai tiga fase.

"Demam berdarah itu ada tiga fase, hari 1-3 kita sebut fase febrile tidak ada perdarahan. Padahal hari pertama hingga ketiga demam tinggi, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, suka dibilang masuk angin," ungkapnya kepada detikHealth dikala ditemui di RSPI Puri Indah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.



Setelah memasuki hari keempat, kelima, dan keenam, demam cenderung turun, pasien DBD cenderung menjadikan perdarahan, menyerupai mimisan. Namun kebanyakan orang tidak meragukan fase yang paling berbahaya ini.

"Yang berbahaya itu hari keempat, kelima, keenam, hingga menjelang hari ketujuh. Demam cenderung turun tapi disertai penurunan trombosit, cenderung mengalami perdarahan dan mengalami stress berat lebih besar," tambah dr Ronald.

Fase paling berbahaya itu biasa disebut fase pelana kuda alasannya yaitu demam yang turun kerap dianggap 'sembuh', padahal justru pasien harus segera mendapat penanganan. Jika terlambat, pasien dapat meninggal alasannya yaitu jumlah trombosit yang terus-menerus turun.



Comments

Popular posts from this blog

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...

Cell Reprogramming Converts Open Wounds Into Healthy Skin

Tapping into the machinery of a cell associate degreed rewiring it to require on another identity is an exciting capability that scientists area unit extremely simply starting to explore. Already we have seen however this technology would possibly flip skin cells into tumour predators, and the way reprogrammed bone cells would possibly provide USA the tissue regeneration talents of a salamander. currently researchers at the virologist Institute report another groundbreaking advance within the space, changing open wounds into healthy skin while not the necessity for surgery. The work focuses on a kind of wound referred to as cutaneal ulcers, that area unit durable lesions usually found on sufferers of severe burns, bedsores and polygenic disease. These advanced wounds run deep, through many layers of skin, which regularly means they have to be treated surgically by taking grafts of existing skin and layering them over the highest. With expertise in cosmetic surgery, virologist sc...

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...