Skip to main content

Kuat Bukan Jaminan, Cuma Sperma Paling Gercep Yang Dapat Buahi Sel Telur

Bukan cuma kuat, tapi sperma juga harus gercep. Foto: ilustrasi/thinkstock Bukan cuma kuat, tapi sperma juga harus 'gercep'. Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta - Sudah semenjak usang kita tahu bahwa sperma 'perenang kuat' yang akan menang sampai menghasilkan pembuahan. Namun baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sperma berpengaruh saja tidaklah cukup. Sperma juga harus 'gercep' alias gerak cepat.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances ini memakai model skala kecil dan simulasi komputer untuk memeriksa pergerakan sperma.

Dengan satu ejakulasi, 100 juta sperma sanggup berenang di akses reproduksi wanita, tetapi ada kendala pada rute dari leher rahim ke sel telur yang dikenal sebagai 'striktur'. Hambatan ini sanggup mengubah anutan lendir dan memengaruhi cara sperma berenang melawan arus.


Para peneliti dari Cornell University menemukan bukan sperma yang kuat, namun sperma yang tercepat lah yang memimpin kelompok itu. Sperma yang berpengaruh tapi tidak cepat akan macet di kendala striktur.

"Akumulasi di bawah striktur terjadi secara hierarki sehingga konsentrasi sperma yang padat dengan kecepatan yang lebih tinggi tetap lebih bersahabat dengan striktur, dengan susunan yang tersebar lebih jarang dari sperma berkecepatan rendah yang tertinggal," tulis peneliti dikutip dari New York Post.

Hal ini pun dikonfirmasi oleh John Amory, seorang profesor dan andal kesuburan di University of Washington. Ia mengungkapkan bahwa ciri-ciri sperma yang disukai badan perempuan dan selalu menang itu yaitu yang tercepat.

Comments

Popular posts from this blog

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...

10 Hoax Kesehatan Yang Sering Beredar Di Whatsapp Dan Facebook

Massa tergabung dalam Gerakan Muda Anti Hoax (GEMA HOAX) mendesak polisi semoga tindak tegas penyebar hoax. (Foto: Lamhot Aritonang) Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang dipakai orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya kita sanggup mengetahui mana informasi kesehatan di Whatsapp dan Facebook yang patut dicurigai? Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi, menyampaikan biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan impian atau ketakutan. Diperlukan perilaku kritis selalu mewaspadai informasi sehingga tidak gampang untuk mendapatkan informasi gres di Whatsapp dan Facebook . Sebagai pola setidaknya beberapa hoax ini selalu diulang beredar tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook: 1. Main ponsel di kawasan gelap sebabkan tumor mata Informasi soal ancaman main ponsel sambil tiduran seringkali kita dapatkan, mulai dari pesan berisi bahaya-baha...

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...