Skip to main content

Berbagai Informasi Kesehatan Yang Semula Dianggap Mitos Tapi Terbukti Fakta

Beberapa mitos yang sudah turun temurun ini ternyata benar adanya. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Beberapa mitos yang sudah turun temurun ini ternyata benar adanya. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Jakarta - Nggak jarang mitos-mitos mengenai kesehatan beredar di masyarakat. Mulai dari makan malam bikin gendut sama main ponsel kelamaan sebabkan kebutaan.

Kadang, banyak yang mewaspadai kebenarannya lantaran sumber atau penelitian mengenai hal tersebut belum lengkap atau tidak pernah ditemukan sebelumnya. Tapi jangan salah, terdapat beberapa mitos yang ternyata benar lho!

Berikut di antaranya dikutip detikHealth dari banyak sekali sumber.



1. Makanan pedas membantu turunkan berat badan

Memang sih, satu atau dua buah cabe tidak bisa pribadi menurunkan berat badan. Namun, sebuah penelitian mengatakan kandungan capsaicin sanggup membantu menurunkan berat tubuh dengan mendorong termogenesis, produksi panas dalam tubuh, yang sanggup mendorong pembakaran lemak.

Makanan pedas juga sanggup mengurangi nafsu makan, membantu merasa kenyang, dan mengurangi cita-cita akan masakan berlemak, manis, dan asin, serta menciptakan tubuh cenderung makan sedikit.

2. Berolahraga menciptakan otak lebih 'encer'

Bukan cuman tubuh yang mendapat manfaat dari berolahraga, tetapi juga otak. Ini disebabkan oleh molekul yang disebut irisin, diproduksi tubuh selama olahraga.

Ketika level irisin meningkat, gen yang berafiliasi dengan berguru dan memori diaktifkan dan membentuk neuron baru. Olahraga juga menurunkan hormon pemicu stres atau kortisol dan bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

3. Semalam mimpi buruk? Mungkin sebelumnya kau makan keju

Aneh? Tentu, saja. Tapi mitos ini benar lho. Studi yang dilakukan oleh British Cheese Board menemukan konsumsi keju kuat pada tipe mimpi.

Ini mungkin ada hubungannya dengan triptofan dalam susu, yang mendorong tidur dan mengurangi tingkat stres. Juga, orang-orang dengan tingkat intoleransi laktosa sanggup menderita gangguan tidur dan, sebagai akibatnya, mimpi buruk.



4. Makan tengah malam bikin gendut

Mereka yang gemar ngemil di malam hari cenderung mempunyai indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Tapi bukan berarti kalori masakan jadi tiga kali lipat lebih tinggi sesudah jam 10 malam ya.

Mereka yang suka makan tengah malam cenderung makan berlebihan lebih sering dan mengkonsumsi lebih banyak kalori. Beberapa peneliti berasumsi makan di malam hari sanggup mengganggu ritme sirkadian yang mengatur kadar gula darah sehingga lebih suka ngemil yang menciptakan timbangan jadi mengarah ke kanan.

5. Terlalu usang main ponsel sebabkan kebutaan

Pancaran sinar biru atau blue light yang berasal dari smartphone atau komputer sanggup membahayakan retina serta mempercepat kebutaan pada pasien dengan degenerasi makula.

Studi menemukan bahwa belum dewasa yang menghabiskan tujuh jam atau lebih per ahad memakai komputer atau bermain video game seluler meningkatkan risiko terkena rabun jauh tiga kali lipat (miopia)

Sementara yang lain menemukan bahwa belum dewasa yang memegang ponsel mereka delapan cm dari mata mereka untuk jangka waktu yang usang berada pada risiko yang lebih besar untuk strabismus konvergen, alias juling.

Comments

Popular posts from this blog

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...

10 Hoax Kesehatan Yang Sering Beredar Di Whatsapp Dan Facebook

Massa tergabung dalam Gerakan Muda Anti Hoax (GEMA HOAX) mendesak polisi semoga tindak tegas penyebar hoax. (Foto: Lamhot Aritonang) Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang dipakai orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya kita sanggup mengetahui mana informasi kesehatan di Whatsapp dan Facebook yang patut dicurigai? Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi, menyampaikan biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan impian atau ketakutan. Diperlukan perilaku kritis selalu mewaspadai informasi sehingga tidak gampang untuk mendapatkan informasi gres di Whatsapp dan Facebook . Sebagai pola setidaknya beberapa hoax ini selalu diulang beredar tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook: 1. Main ponsel di kawasan gelap sebabkan tumor mata Informasi soal ancaman main ponsel sambil tiduran seringkali kita dapatkan, mulai dari pesan berisi bahaya-baha...

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...