Skip to main content

Benarkah Sinar Matahari Mengandung Vitamin D?

Ilustrasi berjemur untuk mendapat vitamin D. Foto: thinkstock Ilustrasi berjemur untuk mendapat vitamin D. Foto: thinkstock

Jakarta - Selama ini kita mengetahui bahwa sinar matahari mengandung vitamin D yang baik untuk kekuatan tulang kita. Namun sebenarnya, bukan sinar mataharinya yang mengandung vitamin D, lho.

Dikutip dari Channel News Asia, badan memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar ultraviolet (UV) matahari alasannya yakni memicu sintesis vitamin D. Ginjal dan hati mengubahnya menjadi vitamin D aktif yang sanggup dipakai badan untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan kesehatan tulang.

Akan tetapi, sinar matahari mengandung baik sinar UVA yang sanggup masuk ke lapisan kulit lebih dalam dan menyebabkan penuaan dini. Serta UVB yang sanggup menyebabkan kemerahan alasannya yakni terbakar, walau sinar inilah yang memicu proses sintesis dari vitamin D.


Untuk mendapat asupan vitamin D yang cukup diharapkan oleh tubuh, berjemurlah setidaknya 10 menit di pagi hari. Kamu tidak akan mendapat manfaat ini hanya dengan berada di dalam kendaraan atau di ruangan di mana sinar matahari menembus lewat kaca, alasannya yakni beling menghalangi masuknya sinar UVB.

"Tak peduli ketika trend apapun, kau tidak akan sanggup memproduksi vitamin D hanya dengan duduk di depan jendela," kata Dr Michael Holick, dosen di Boston University School Of Medicine.

Karena itu, kau sanggup melengkapinya melalui makanan, dengan sumber terbaiknya yakni minyak ikan kod. Selain itu, kau sanggup mendapatkannya lewat ikan salmon, susu yang terfortifikasi, jus jeruk, yogurt, sarden, kuning telur, sereal terfortifikasi dan suplemen.

Comments

Popular posts from this blog

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...

10 Hoax Kesehatan Yang Sering Beredar Di Whatsapp Dan Facebook

Massa tergabung dalam Gerakan Muda Anti Hoax (GEMA HOAX) mendesak polisi semoga tindak tegas penyebar hoax. (Foto: Lamhot Aritonang) Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang dipakai orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya kita sanggup mengetahui mana informasi kesehatan di Whatsapp dan Facebook yang patut dicurigai? Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi, menyampaikan biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan impian atau ketakutan. Diperlukan perilaku kritis selalu mewaspadai informasi sehingga tidak gampang untuk mendapatkan informasi gres di Whatsapp dan Facebook . Sebagai pola setidaknya beberapa hoax ini selalu diulang beredar tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook: 1. Main ponsel di kawasan gelap sebabkan tumor mata Informasi soal ancaman main ponsel sambil tiduran seringkali kita dapatkan, mulai dari pesan berisi bahaya-baha...

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...