Skip to main content

Bakteri Dalam Usus Dapat Jadi Faktor Penyebab Lupus

Bakteri yang berkembang di usus sanggup jadi pemicu lupus. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Bakteri yang berkembang di usus sanggup jadi pemicu lupus. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Jakarta - Lupus yakni penyakit kronis yang mengakibatkan peradangan di banyak serpihan badan ibarat ginjal, jantung dan otak. Penyakit ini lebih cenderung menyerang perempuan dan berpotensi mengancam jiwa.

Seperti penyakit autoimun lainnya, lupus disebabkan oleh sisten kekebalan badan yang keliru menyerang jaringan tubuh, bukan kuman.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Annals of the Rheumatic Disease belum usang ini, menemukan systemic lupus erythematosus terkait dengan pertumbuhan basil berlebih di usus.



"Studi menunjukkan pasien lupus mempunyai mikrobioma usus yang berbeda dengan orang sehat dan berkolerasi dengan pertumbuhan penyakit ini," tutur peneliti dari University of Buffallo, Jessy Alexander, dikutip dari Healthline.

Orang yang mengidap lupus seringkali mengalami masa ketika penyakitnya remisi atau sedang membisu dan masa ketika penyakitnya kambuh.

Ketika kambuh, basil Ruminococcus gnavus berkembang dan merusak sistem kerja tubuh. Saat itu, DNA akan memprodiksi antibodi yang keliru dan dibentuk oleh basil tersebut.

Penelitian ini masih perlu memastikan secara terang mengenai basil tersebut. Bukan hanya menghilangkan atau mengurangi jumlah basil tetapi meningkatkan jumlah basil baik sanggup dilakukan.



Simak Juga 'Mengenal Faktor Risiko Kanker Usus':

[Gambas:Video 20detik]


Bakteri dalam Usus Bisa Makara Faktor Penyebab Lupus

Comments

Popular posts from this blog

Cell Reprogramming Converts Open Wounds Into Healthy Skin

Tapping into the machinery of a cell associate degreed rewiring it to require on another identity is an exciting capability that scientists area unit extremely simply starting to explore. Already we have seen however this technology would possibly flip skin cells into tumour predators, and the way reprogrammed bone cells would possibly provide USA the tissue regeneration talents of a salamander. currently researchers at the virologist Institute report another groundbreaking advance within the space, changing open wounds into healthy skin while not the necessity for surgery. The work focuses on a kind of wound referred to as cutaneal ulcers, that area unit durable lesions usually found on sufferers of severe burns, bedsores and polygenic disease. These advanced wounds run deep, through many layers of skin, which regularly means they have to be treated surgically by taking grafts of existing skin and layering them over the highest. With expertise in cosmetic surgery, virologist sc...

Potential Blood And Body Waste Check For Syndrome Greeted With Skepticism

A research team at the University of statesman claims to own developed blood and body waste tests which will effectively indicate syndrome in youngsters. The study, exploitation advanced machine learning algorithms designed to spot variations in blood and body waste between syndrome spectrum disorder (ASD) subjects and healthy youngsters, suggests a spread of recent biomarkers that might be associated with the condition. A big hunt is presently afoot for a transparent biomarker which will enable doctors Associate in Nursing objective pathological thanks to diagnose ASD. presently the sole thanks to diagnose the condition is thru behavioural assessments, and most kids are not known as unfit till once the age of 4. The condition is undeniably advanced, with several researchers recognizing the causes as stock-still in Associate in Nursing elusive combination of genetic variants and environmental factors. Previous analysis has recommended Associate in Nursing assortment of attainabl...

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...