Skip to main content

Bisa Push Up 40 Kali Tanpa Ngos-Ngosan, Tandanya Kondusif Dari Serangan Jantung

Push up sebanyak 40 kali tanpa terputus menunjukan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Foto: iStock Push up sebanyak 40 kali tanpa terputus menunjukan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Foto: iStock

Jakarta - Salah satu gerakan olahraga sederhana dapat memprediksi risiko penyakit jantung. Push up sebanyak 40 kali tanpa terputus menunjukan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Harvard's T. H. Chan School of Public Health in Boston. Para ilmuwan melibatkan 1.100 laki-laki pemadam kebakaran dalam penelitian ini, dan dipantau secara berkelanjutan selama 10 tahun.

"Memakai push up dapat menjadi metode praktis dan murah untuk menilai kapasitas fungsional seseorang dan memprediksi risiko persoalan kardiovaskular," kata Dr Justin Yang yang memimpin penelitian ini, dikutip dari Reuters.

Dalam penelitian ini, Yang menganalisis data kesehatan 1.104 pemadam kebakaran di Indiana antara tahun 2002-2007. Selain mengamati kemapuan push up, ia juga menganalisis aneka macam faktor kebugaran lain termasuk VO2max atau kapasitas vital paru-paru.



Salah satu kekuatan dalam penelitian ini berdasarkan Kerry Stewart, profesor fisiologi olahraga dari Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, ialah benar-benar mengukur kekuatan dan bukan kegiatan yang dilaporkan sendiri.

"Anda harus sangat fit untuk dapat melaksanakan push up sebanyak itu," kata Stewart.

Comments

Popular posts from this blog

Hai Wanita, Jangan Terlalu Usang Duduk Bila Masih Sayang Jantung

Usahakan tetap bergerak di kantor demi kesehatan jantung ya Ladies. Foto: Thinkstock Jakarta - Wanita yang suka berolahraga mempunyai sedikit risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang suka duduk dalam waktu lama. Melakukan kegiatan fisik sanggup menurunkan risiko perempuan terkena penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen dan penyakit jantung lebih dari 25 persen. Studi gres telah menunjukkan, bahwa seseorang yang mengurangi duduk dan melaksanakan kegiatan fisik sanggup mengurangi risiko beberapa penyakit ibarat ginjal, paru-paru, hati dan kanker. Dikutip dari Daily Mail , tim dari University of California, San Diego, melaksanakan penelitian untuk mengetahui apakah duduk dalam waktu yang usang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terungkap, untuk setiap perempuan yang melaksanakan kegiatan fisik mempunyai risiko penurunan 12 persen untuk penyakit kardiovaskular dan risiko penyakit jantung 26 persen lebih rendah. Baca juga: Ciri-ciri Pria dengan J...

Does Ginger Water Burn Fat - What Is It?

Here's What I Know About Does Ginger Water Burn Fat To lessen the chance of obesity, it is suggested to drink a minumum of one cup of water before meals. The detox drink functions as a diuretic, so you can experience frequent urination while your entire body gets rid of the toxins. A liquid diet, including the lemon detox doesn't offer adequate nourishment to the body. It is possible to also utilize ginger to earn a distinctive healing drink to detox your entire body and fight numerous diseases. Breast reduction exercises might have to be performed everyday and you'll also need to look closely at the diet plan. Today, using natural remedies have gotten popular. You don't need to feel hungry and deprived to shed weight. When you begin a diet, you will likely lose more water weight, thus it is possible that behind the pounds at first. Healthy weight loss achieved with the assistance of frequent exercise and low-fat, low-calorie diet will help yo...

Cell Reprogramming Converts Open Wounds Into Healthy Skin

Tapping into the machinery of a cell associate degreed rewiring it to require on another identity is an exciting capability that scientists area unit extremely simply starting to explore. Already we have seen however this technology would possibly flip skin cells into tumour predators, and the way reprogrammed bone cells would possibly provide USA the tissue regeneration talents of a salamander. currently researchers at the virologist Institute report another groundbreaking advance within the space, changing open wounds into healthy skin while not the necessity for surgery. The work focuses on a kind of wound referred to as cutaneal ulcers, that area unit durable lesions usually found on sufferers of severe burns, bedsores and polygenic disease. These advanced wounds run deep, through many layers of skin, which regularly means they have to be treated surgically by taking grafts of existing skin and layering them over the highest. With expertise in cosmetic surgery, virologist sc...